Tari Topeng Cirebon

Tiba-tiba aku pengen belajar tari topeng.
Dulu waktu SMA, aku ikut eskul tari tradisional. Waktu itu kami belajar tari Jaipong dan tari Saman. Gak cuma itu sih sebenernya, tapi kami juga nari untuk upacara perpisahan sekolah untuk kakak kelas.
Nah, bermula dari penampilan salah satu adik kelas ku, dia pakai krudung tapi mampu membawakan tari tradisional kota kami Cirebon, yaitu tari Topeng kelana dengan sangat bagusnya. Pikir aku, waww, keren sekali diaa..
Akhirnya mulai sejak itu aku bertekad untuk belajar tari topeng. Tapi sepertinya kesempatan itu belum datang, atau aku saja yang menutup kesempatan itu. Hm, gak tau juga.
Tahun kemarin, untuk mengisi waktu libur semester selama 3 bulan, aku memiliki rencana untuk belajar tari topeng di salah satu keraton kota Cirebon, namanya keraton Kanoman. Akhirnya aku dan kakakku pergi kesana untuk mencari informasi terlebih dahulu.
Tapi karena ketidakjelasan soal biaya, (huaaaa, kami miskin sekali yaaah) akhirnya aku gak jadi belajar tari topeng, takut memberatkan orangtua.
Dan sekarang, gara-gara nonton orang menari di acara pencarian bakat di salah satu tv swasta, niat untuk belajar tari topeng muncul kembali. Seharusnya kalau ada niat tentunya ada jalan, kan.
Jadi, sekarang aku mencoba untuk mencari dulu di youtube gerakannya seperti apa (kayaknya sih ada soalnya tadi sempet googling juga), kebetulan dulu waktu SMP aku pernah belajar tari topeng ke salah satu temanku (yang wktu itu dihubungi kembali olehku ternyata dia sudah lupa gerakannya dan memberi saran untuk pergi ke keraton, dan itu sudah aku lakukan!), jadi setidaknya aku sudah pernah mengenal gerakannya. 🙂

Oiya, tari topeng Cirebon yang pernah aku pelajari namanya tari topeng KELANA, yang artinya mencari atau mengembara. Arti lain dari tarian ini sih, yang menggambarkan kemurkaan dalam diri manusia. Wah kayanya pas banget karakter topeng kelana ini sama aku. Hehe.. 🙂

Dan tadi aku googling, cari tau tentang sejarah tari topeng tapi bentuknya pdf (males ngedownloadnya), terus aku cari-cari alamat sanggar tari Mimi Rasinah ternyata ada pengguna Yahoo! Answer yang satu desa sama beliau !! Semangat deh buat belajartari topngnya, ayo dong yang lain juga minta bantuan buat semangatinnya juga yahh.. 🙂

Sakit Gigi

Bang Meggy Z emang pembohong. Sakit gigi gak lebih baik daripada sakit hati ternyata. Gigi aku sakit lagi, yang bekas tambalan kemaren.
Karena penasaran, akhirny aku googling deh, apa sih yang bikin tambalan gigi bisa sakit lagi, dan ini dia hasilnya :
Kemungkinan sakit paska penambalan berkaitan dengan :
1. ada sumber lain pemicu sakit yang bisa jadi bukan dari area tambalan
2. gigi sudah tidak mampu menetralisir unsur kimia bahan tambal atau tidak mampu lagi menahan tekanan fisik dari bahan tambal itu sendiri saat pengunyahan
3. sudah meluasnya infeksi pada gigi tersebut ke jaringan yang lebih dalam

Saran penulis, segera temui kembali drg yang menangani kasus sdri krn itu adalah bagian dari renteng service perawatan.

Hm, begitu yah..
Kayanya susah deh buat balik ke dokter gigi yang nanganin aku kemarin,soalnya hari Senin aku sudah ada di bumi Jatinangor untuk berilmu supaya aku menjadi orang yang berguna, minimal untuk keluarga. 🙂
Hari ini sih aku tidur aja seharian, trus waktu sore-sore bangun, si Ibu-ku yang cantik jelita ayu mempesona langsung kasih air garam buat aku pakai kumur-kumur. Emang sih gak ngurangin rasa sakitnya seketika tapi sekarang udah mendingan. Ah, aku berharap semoga gak kumat lagi. 🙂

Jalan-Jalan Sesepedaan

Hari Minggu kemarin, saya dan adik saya yang paling kecil, namanya Hedri, jalan jalan naik sepeda. Hmhm, udah lama sekali saya tidak bersepeda. Terakhir kali bersepeda waktu SMA. Ya, dulu sejak SMP, saya selalu naik sepeda kalau berangkat sekolah. Kemudian sekolah dititipkan, dan menuju sekolah menggunakan angkot. Sampai SMA kelas 3 saya sudah tidak bersepeda lagi, hanya kadang-kadang saja. Mungkin karena saya iri sama kakak yang selalu diantar jemput pakai motor rumah, yang biasa saya sebut MX. Hehe.. 🙂

Sebelum ke tempat tujuan, saya dan Hedri melakukan chek up kendaraan. Sepeda saya dalam kondisi prima sedangkan sepeda Hedri dua bannya kempes yang membuat kami berdua pergi ke bengkel dekat rumah kami terlebih dahulu.

Setelah mengisi angin, (yang bayarnya cuma 500 perak, tapi karena kami tidak memiliki uang receh -bayar dengan uang 5000 rupiah-, akhirnya dibebasbayarkan), kami berdua jalan-jalan ke daerah sawah dekat SD tempat ibu kami mengajar dulu (sekarang ibu sudah pindah tempat tugas). Dan karena kami adalah generasi muda beda dan berbahaya, maka kami sertakan juga foto-foto kami dalam dua pose :

naik sepedajalaaninilah saya.. :p

dan adik saya…

si hedridengan pose satu lagi..

hedriseru kaan.. hehe.. 😀

Sehabis dari sawah, kami pergi ke Terminal yang sudah lama tidak terpakai, yang sekarang entah apa fungsinya. Tempat pacaran kali kalo malem, abisnya gelap.. 😀

Di sana kami latihan naik sepeda lepas dua tangan. Jadi kami naik sepeda dengan tangan kami tidak memegang setirnya. Hohoho, dulu waktu SD saya jago sekali. Sekarang pun masih.. 😀 dilihat sama orang-orang yang lewat, tapi kami cuek ajah. Emang gak tau malu.. :p

Capek ketawa-ketawa sambil naik sepeda lepas tangan, kami pulang, karena hari juga sudah semakin sore. Tadinya kami berencana membeli esbuah, tapi tempatnya penuh sesak. Kami pulang mengambil jalan memutar supaya masih bisa jalan-jalan. Teringat saya sama bapak penjual es campur dekat balai desa. Tapi ketika ditanyakan, sudah habis ternyata. Kami melihat ada yang jual es buah dekat situ, akhirnya belilah kami es buah…

beli esbuahnya sih satu, tapi kalau lihat foto, sepertinya kita beli masing-masing yah? hihi.. 😀

Rasa esbuahnya tidak terlalu enak, tapi kami cukup bersenang-senang hari itu..

Oh iya ada lagi yang lupa untuk diceritakan..

Ketika kami pergi untuk memompa ban sepeda Hedri, kami bertemu salah satu tante saya. Dia berkata “Looh, mahasiswa kok naik sepeda??”.

Hehe, emangnya kalau naik sepeda, harus lulus S1 dulu yah? 😀 😀 😀