Kartu Anggota Perpustakaan (yang terlewatkan)

Selasa minggu depan saya ujian, jadi doakan yang terbaik ya kawan. 😉

Tadi kawan saya mengajak belajar bareng, tapi saya sedang tidak mood. Hm, jadi merasa tidak enak dengan kawan saya itu. Hehe.. 😀 Tapi tidak apa-apalah, UTS mulai hari Selasa (kebiasaan jelek jangan dituruti ya : menunda pekerjaan. :p)

Kemarin saya ke kampus, biasalah ada urusan dan biar dianggap sok sibuk aja. Hehe.. Serius. Rencananya saya ingin pergi ke perpustakaan fakultas, bukan ke perpustakaan jurusan. Kenapa? Bukannya koleksi buku di perpustakaan jurusan lebih terkonsentrasi pada studi jurusan yang sedang saya ambil? Ya, bukan kenapa-kenapa. Kebetulan kartu anggota perpustakaan jurusan dan fakultas sudah habis masa berlaku, dan belum saya perbarui. Tetapi saya masih bisa bebas keluar masuk perpustakaan fakultas dibanding perpustakaan jurusan sebab saya tidak ditagih untuk memperbarui kartu anggota di perpustakaan fakultas. Hehehe. Biaya pembaharuan kartu anggota masing-masing Rp. 15.000 tetapi entah apakah saya yang (selalu) boros ataukah memang selalu tidak punya uang, akhirnya rencana memperbarui kartu anggota mundur terus menerus. Bukannya saya nyaman dengan keadaan yang seperti ini, saya pun ingin sekali cepat-cepat punya kartu anggota yang baru supaya cepat pula meminjam buku dan bisa menulis skripsi saya yang memang belum dimulai.

Yah, saya tidak meminta banyak, saya cuma bisa berdoa semoga saya tidak lupa menyisihkan uang makan saya untuk pembaruan kartu anggota perpustakaan dan bisa cepat menuliskan apa yang menjadi tanggungjawab saya selama kuliah 4 tahun disini. 🙂

Jangan takut ketika Anda berjalan lambat. Takutlah ketika Anda berhenti.

Advertisements

Serpong – Jatinangor

Akhirnya pulang ke Jatinangor! SFX : prokprokprok..
Tadinya malah mau pulang besok pagi tapi stelah dipikir-pikir lagi, kayanya lebih baik aku pulang hari ini. 😀
Tadi sempet marah-marah sama kakak. Gak tau kenapa, mungkin karena aku bete dari tadi pagi gak keluar rumah, dengan harapan kakak cepet selesai ujian dan cepet pulang, jadi bisa anter aku pulang juga, tapi kenyataan tidak sesuai dengan keinginan, kayaknya kakak sakit di sana di tempat temennya, jadi perlu istirahat dan aku harus pulang sendiri.
Sempet 1 kali salah turun dari angkot, tapi akhirnya nyampe juga di Kebon Nanas, abisnya aku berpatok pada jembatan penyeberangan, tapi ternyata jembatan penyeberangannya ada 3, jadi aku salah turun di jembatan penyeberangan satu kali, dan menemukan jembatan penyeberangan yang benar di kali kedua (buat inget-inget aja, jembatan penyeberangannya warna kuning).

Ini gambar bis Primajasa yang aku naikin (dapet dari om google sih. hehehe :D)

Journey to : Serpong

Hari Rabu, 20 Oktober 2010 (kalau diangka jadi 20102010, bagus yah -skip). Pagi itu aku dan beberapa teman aku cari makan. Biasalah anak kosan. Tak lama setelah mendapat apa yang kita harapkan ()makanan enak, banyak dan murah meriah untuk sarapan, tiba-tiba handphoneku berdering, dari nomor tak dikenal.
“Halo.” kataku mengangkat telepon tinggi-tinggi.
“Halo.” kamu dimana jawab suara di seberang lautan.
“……” merasa tidak mengenali nomor itu aku terdiam seperti lagunya Maliq and the Essentials.
“Ini kakak.”
“Ada di Nangor, emang kenapa?” tanyaku.
“Ke Serpong sekarang ya.”
“Haaa, sekarang??” aku kaget, kaya lagunya Dewi Perssik (emang ada??)
“Gak sekarang, nanti sore aja.” katanya.
Tidak berapa lama terjadilah kesepakatan yang menurutku tidak penting untuk diceritakan, intinya adalah kakak meminta bantuanku untuk menyamar menjadi dirinya, mengambil kartu ujian peserta CPNS di wilayah Jakarta nun jauh di sana jauh dari denyut nadi belalang Jatinangor.
Supaya aku gak capek menulis, singkat kata aku berangkat dari Jatinangor pukul 14.30 menuju terminal Leuwipanjang Bandung, dan berangkat sekita pukul 16.00. Sampai di wilayah yang entah kenapa diberi nama Kebon Nanas -bukan Kebon Teh atau Kebon Apel-sekitar pukul 20.00 dan kami makan malam terlebih dahulu.
Setelah makan kami langsung pulang ke Perumahan Alam Sutera (ga kok, lewat doank. hihi), alias ke depannya yaitu mess PT. Indah Kiat Sinarmas. Karena capek (badan dan pikiran, kebetulan lagi ada masalah hati) akhirnya aku onlen dulu dan menyelesaikan masalah dengan yang bersangkutan sampai pukul 1 malam!!
Keesokan harinya, hari ini tanggal 21 Oktober 2010, pukul 9 pagi aku dan kakakku sarap-an dulu di koperasi pabriknya, dan aku dikenalkan kepada semua orang yang ada di situ bahwa aku ini kembarannya. Kembar dari mana, jelas-jelas aku lebih cantik. Hehehe..
Dan aku berangkat ke Kebayoran, sendirian. Pertama-tama aku naik angkot, turun di Hanamasa yang dengan cepatnya mengingatkan aku akan memori bersama teman-teman kelasku waktu makan di Hanamasa depan Dago Plaza. 🙂 Kemudian aku naik angkot menuju Ciledug.
Sesampainya di Ciledug, aku naik metromini C69 jurusan Ciledug-Blok M, bayarnya cuma Rp. 3000 saja! Hehe.. Ga jauh beda sama Damri Dipati Ukur-Jatinangor yaa.. Sewaktu aku di dalam metromini, aku meng-sms temanku anak Sastra Inggris (Rz dan Wt) yang anak gahol Ciledug, mau pamer ceritanya, aku lagi naik metromini C69. Hehe.. Penting sekali yaaa.. 😀 Ciledug yang katanya kecamatan ter-modern se-Indonesia. Hahaha..
Turun di tempat yang dituju, karena waktu sudah menunjukkan waktunya shalat Dhuhur, maka aku sebagai seorang muslim yang taat beribadah dan sayang pacar menyegerakan diri untuk menuju masjid, untuk apa?? Yak, untuk mengambil ATM (ini adalah pikiran Patrick The Star). Tentu tidak, saya ke masjid untuk Shalat Dhuhur pastinya.. 😀
Selesai shalat, pastinya aku menuju kantor pengambilan kartu ujian. Ternyata harus mengantri. Dan ketika mengantri, aku berkenalan dengan 3 pemudi masa kini yang juga berencana mmengambil kartu ujian, tapi tentunya mereka ini asli tidak seperti aku yang palsu yang sedang menyamar. Pada orang pertama aku mengenalkan diri sebagai kakak, tetapi pada orang kedua aku keceplosan menyebut nama asliku, tapi langsung ku ralat. Hahaha.. 😀 😀 😀 Untuuung, untuung..
Nomor antrianku adalah 528, sedangkan ketika panitia memanggil nomor urut, ternyata baru sampai di hitungan 340. Masya Awloooh (lebay). Tapi setelah menunggu, ternyata panitia memanggil nomor urut per 10 nomor, bukan satu demi satu. Alhamdulillah, selesai pukul 13.30. 🙂
Selesai urusannya, rencana awal adalah pergi ke Depok, tetapi karena aku harus sudah pulang sebelum pukul 17.00 (kunci kamar dan mess kakak terbawa olehku yang cantik dan pintar ini), jadinya cuma jalan ke Blok M deh. Mungkin ke Depok nanti, karena aku juga belum tahu kapan akan kembali me-Nangor. Kalau kakak sih inginnya aku pulang hari Minggu, tapi aku juga ada tugas kelompok yang harus diselesaikan sebelum hari Senin. Bingung kan.
Sewaktu akan memasuki Blok M Square, awalnya aku tidak tahu harus masuk lewat mana sampai nyasar ke Terminal Blok M-nya, kemudian aku sms teman-temanku, tapi mereka juga nampaknya tidak tahu, sampai akhirnya ku temukan jalanku sendiri. Emang yah kalau jalan hidup itu kita yang menentukan, bukan teman kita. (dan ini tidak berhubungan dengan mencari jalan masuk Blok M Square).
Sampai sekarang aku masih betah duduk di tempat awal aku datang, sambil nyedot es teh yang enak dan murah, dan online koprol dan diajakin temen koprol untuk main ke kantornya, dan ngeblog juga, dan sms-an, sembari harap-harap cemas karena cuaca mendung sedangkan aku tidak membawa payung. Huhhhh.. Capek.. Tapi seru juga petualanganku hari ini. Jadi tahu tempat deh. 🙂

Salam es teh manis. Cheers.. 😉