Resep Bolu Pisang

Hai hai, apa kabar semua?

Hari Jumat minggu lalu menu buah di kantin kantorku pisang, so aku minta 3 buah pisang untuk aku olah jadi bolu pisang di hari Sabtu. Dan hari Sabtu kemarin teman kantorku main ke kosan, jadi dia bantu abisin bolu pisang yang aku buat, hahaha. Karena aku anak kosan yang medit dan kreatif, jadi untuk mengocok adonan aku pakai garpu dan kukusnya aku pakai magiccom atau rice cooker. Yup, kamu gak salah baca. Magiccom yang buat bikin nasi itu looh~ tapi hasilnya enak, temenku aja suka. Soalnya kalau bilang gak enak aku usir dari kosan.

Continue reading Resep Bolu Pisang

Advertisements

Berbahasa dengan Orang Jepang

Ada satu hal yang harus diingat ketika berbicara dengan orang Jepang memakai bahasa mereka. Apakah itu? Yah, bentuk kalimatnya harus sopan, kalau di bahasa Jawa-nya, harus berbahasa “kromo/krama”, kalau di bahasa Sunda-nya, harus berbahasa “lemes”.

Bagaimana kita berbahasa halus kepada mereka? Dalam bahasa Jepang, ada 2 bentuk kalimat yakni kalimat “bernuansa” biasa dengan kalimat “bernuansa” hormat. Contohnya adalah kalimat ini :

Watashi wa Helsa desu. –> Saya Helsa.
Bandung e ikimasu. –> Pergi ke Bandung.

Perhatikan kata yang digaris bawah. Desu ini tidak memiliki makna sebagai kata (misalnya watashi yang bermakna saya), lebih mudahnya, desu hanya memiliki fungsi penanda waktu kini (istilahnya, sebagai penanda Present Tense) dan sebagai kata penanda akhir kalimat.

Begitu halnya dengan ~masu, ia tidak memiliki arti sebagai suatu kata, tetapi merupakan penanda waktu kini dan sebagai penanda akhir kalimat juga. Yang membedakan ~masu dengan desu adalah kalimat ~masu didahului dengan predikat (kata kerja) dan kalimat desu didahului dengan kata benda, kata sifat, atau kata kerja bentuk biasa. (Kata kerja biasa? Lanjutkan bacanya yah :D)

~masu dan desu keduanya juga penanda untuk kalimat “bernuansa” sopan. Seperti apa kalimat yang “bernuansa” biasa?

Watashi wa Helsa da. –> Saya Helsa
Bandung e iku. –> Pergi ke Bandung

Perhatikan da dengan iku pada akhir kedua kalimat tersebut. Da merupakan bentuk biasa dari desu, sedangkan iku merupakan bentuk biasa dari ikimasu. Inilah kalimat dengan nuansa biasa. Tapi bagaimana jika :

Bandung e iku no desu.

Kalimat tersebut akan “bernuansa” hormat walaupun kata kerja yang dipakai merupakan bentuk biasa (iku). Hal ini karena sebelum titik sudah diakhiri dengan desu. Tetapi kalimat :

Watashi wa Helsa da desu.

adalah kalimat yang tidak akan pernah ditemukan dalam bahasa Jepang. Maka secara rumus bahasa :

Da + desu = tidak ada kalimatnya
Iku + desu = ada kalimatnya, bernuansa hormat

Inilah yang harus dipahami oleh pembelajar bahasa Jepang maupun yang sekedar menggunakannya saja. Karena untuk berbicara bahasa Jepang bernuansa biasa, kita harus mengenal orang Jepang lawan bicara kita setidaknya selama 6 bulan.

Kapan saja kita bisa berbahasa Jepang bernuansa biasa?

Ketika bicara dengan anak kecil atau dengan teman yang sudah sangat akrab, dan ketika membuat suatu aturan atau dengan kata lain berbahasa tulisan (di luar pidato atau surat kepada orang lain).
Kepada orang yang baru dikenal, atau kepada atasan dan orang tua, sebaiknya kita menggunakan bahasa Jepang bernuansa hormat, BAHKAN saat lawan bicara kita memakai bahasa Jepang bernuansa biasa, kita harus tetap memakai bahasa Jepang bernuansa hormat, karena ketika mereka berbicara bahasa Jepang bernuansa biasa, bukan berarti kita sudah dianggap akrab dengan mereka.

Gak jauh beda dengan bahasa Jawa atau bahasa Sunda kromo-lemes kan? Masa iya ketika kita menanggapi pembicaran orang tua yang (memang wajar memakai bahasa) biasa, kita menanggapi dengan bahasa biasa juga? 😀

Selamat berbahasa dan Have a 13th Friday!! 😀

Salam,

Helsa Permata

ikan maya vs ikan nyata

Jadi ingat, kemarin ada salah satu teman saya yang bertanya : “Kenapa ganti alamat blog?”

Jawaban simpelnya sih : “Disuruh pacar”, secara pacar saya ahli di bidang dunia maya (tapi dia nyata kok :D)

Kenapa pula dia bertanya hal seperti itu? Dia menjawab :

“Blog yang lama enakeun, bisa ngasih makan ikan”

Hahahaha. Saya hanya bisa tertawa sembari mengingat, yah, hanya dengan klak-klik-klak-klik, semua orang yang berkunjung di blog saya bisa ngasih makan “ikan peliharaan” saya itu.

19 status facebook gak penting yang dikomen sama orang

Sampai saat ini, tanggal 11 Februari 2010, gue udah mengupdate status facebook sebanyak 19 status. Iya deeh, gue boong, lebih dari 19 siih.. Tapi biasa deh, gue kan ngapusin status yang gak dikomenin temen-temen. Hahahaha…. *curang mode ON…

Nih silakan diliat, jangan diintip yaaa…..

1. hahaha… Nikko Haendratnio, kok aku masih penasaran ama Pak Sobari itu yah ?? Emang dia siapa sih ??? hahahaha… 😀

2. kampus sastra di malam hari.. jadi pengen bermalam di sekre.. :p

3. rapat lagi di BPM SASTRA.. aku kangeeeeennnn !!! ><

4. kenapa Bubur Kacang Ijo disingkat jadi BurJo ?? kenapa gak disingkat jadi BurKaJo aja, atau BuCangJo, supaya kacangnya masuk ke singkatan juga gitu.. BurJo mah Bubur Ijo dooonk !?

5. belajar linguistik RASA Teknik.. ckckck.. Teknik Sastra !! 😀

6. pengen belii ROK aaah !! lalalala.. :9

7. memang usia kita muda, namun cinta soal hati.. -iwanfals-

8. “seharusnya kalau kamu punya perasaan sama seseorang, kamu harus ungkapin secepatnya..” – mau perasaan suka, gak suka, cinta, benci, pengen jitak, pengen minta duit, pengen pukul.. yah ungkapin ajah.. :p

9. bermalam minggu di Dago.. wah, kapan-kapan ajak anak kelas rame-rame ah kesini.. *mikirnya seneng-seneng melulu nih.. :p tapi gak usah kemana-mana lagi yah, kita duduk-duduk aja liat orang lewat.. gue sih gitu aja udah seneng. hihi..

10.  waaww.. I prefer “kloset jongkok” to “kloset duduk”.. Lebih muantabb.. :p

11. jadi pengen bikin cerita indie.. :p bosen sama cerita picisan.. tapi contoh cerita indie tuh yang kaya gimana yah ??

12.  always love SpongeBob SquarePants and would never ever betray him… :))

13.  wah pada solat Jumat.. nitip absen donk…

14. nge-mie malem-malem.. kenyang deh.. 😀

15. “Love can make the sun comes in the middle of night”, -HP-

16. nanya ke temen : “A, mic yang buat karokean bisa dicolokin ke komputer ga?”/temen gue : “bisa aja sih”/gue : “colokin kemananya? Lobang idung?”/eh dia jawab : “ke p*nt*t. Hehe..”(waktu dia jawab gak disensor loh).. –”

17. aduh, kacau..

18. biasanya kalo lagi kalut gini, ngomong sama si buntelan.. haaaah, aku kangen buntelaan !!! ><

19. semoga biaya produksinya bisa dipress sampe setengahnya. amiinn !!

Nah, yang urutan pertama itu berarti baru aja gue bikin. Belom ada komen.. Tapi gak akan gue apus, karena semua status yang nge-link ke nama temen gue emang gak pernah gue apus,. Hahaha.. 😀 baik kan gueee ???

Kau Tak Akan Tahu

Sudah ku sudahi permainan bintang
Ternyata nyata nyata aku tak kuasa
Takkan ada puisi tercipta
Takkan ada cerita cinta
Bila tanpanya

Teruntukmu yang slalu diam
Bahkan kujeritkan namamu
Kau takkan pernah mendengar

Sudah lelah ku berbicara sendiri
Di malam yang nampaknya kian sunyi
Bergumul dalam kesesatan arus pikiran
Berperanglah di antara pengharapan

Kuakhiri
Berharap ku kan berbelok kanan atau kiri
Yang penting tak menujumu lagi
Tapi tak tampak jalan yang ku mau itu
Jangan jangan jalanmu selalu lurus
Atau ujung jalanmu adalah jurang, bung.?

Kau takkan tahu
Aku suka kamu dari dulu.